GIIAS 2026 telah usai, namun gaungnya masih terasa kuat di industri otomotif Tanah Air. Ajang tahunan ini bukan hanya panggung peluncuran mobil-mobil anyar, tetapi juga menjadi barometer nyata minat konsumen Indonesia terhadap berbagai merek dan teknologi kendaraan.

Salah satu indikator yang paling dinantikan adalah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Angka SPK GIIAS 2026 menunjukkan peta persaingan yang kian panas—terutama dengan kebangkitan kendaraan elektrifikasi yang mulai mengambil porsi signifikan.
Dari data yang dihimpun hingga Agustus 2026, terlihat bahwa nama-nama besar seperti Toyota masih kokoh di puncak, namun merek-merek asal China seperti BYD, Chery, dan Wuling terus menempel ketat. Yang lebih menarik, mobil listrik dan hybrid bukan lagi sekadar “produk pelengkap”, melainkan menjadi tulang punggung penjualan banyak pabrikan.
SPK adalah dokumen pemesanan kendaraan yang ditandatangani konsumen selama pameran berlangsung. Penting untuk dicatat bahwa SPK bukan angka penjualan final, karena masih ada proses administrasi dan pembayaran sebelum unit benar-benar dikirim ke konsumen.
Namun, SPK tetap menjadi cermin antusiasme pasar terhadap model-model terbaru. Semakin tinggi SPK, semakin besar indikasi bahwa model tersebut berhasil “mencuri perhatian” pengunjung pameran.
Toyota berhasil mengamankan posisi teratas dengan total 6.175 SPK. Pencapaian ini tidak lepas dari strategi agresif mereka di segmen elektrifikasi.
Model-model seperti Kijang Innova Zenix Hybrid, Veloz Hybrid, dan Yaris Cross Hybrid EV menjadi motor utama pemesanan. Menariknya, lebih dari separuh SPK Toyota berasal dari kendaraan hybrid yang diproduksi lokal—sebuah sinyal bahwa konsumen Indonesia mulai percaya pada teknologi elektrifikasi buatan dalam negeri.
Tak mau kalah, BYD mencatat lebih dari 4.000 SPK, dengan BYD M6 sebagai model andalan di segmen keluarga.
Sementara itu, Chery mengumpulkan sekitar 3.500 SPK, didorong oleh kehadiran Chery Q—mobil listrik yang dibanderol dengan harga lebih terjangkau. Dua merek ini membuktikan bahwa mobil listrik China bukan sekadar “pendatang baru”, tetapi telah menjadi pesaing serius di pasar Indonesia.
Wuling membukukan total 3.290 SPK, dan yang mengejutkan, sebanyak 2.238 unit (68%) di antaranya adalah Wuling Aira EV.
Angka ini menunjukkan bahwa Aira EV bukan hanya sekadar model listrik populer, tetapi juga menjadi primadona pengunjung yang ingin merasakan langsung sensasi kendaraan ramah lingkungan. Aira EV bahkan menjadi salah satu unit yang paling banyak diuji coba selama pameran berlangsung.
Mitsubishi mencatat 3.212 SPK, dengan Xforce Hybrid menyumbang lebih dari 1.000 unit. Ini menjadi bukti bahwa strategi elektrifikasi Mitsubishi mulai membuahkan hasil.
Di sisi lain, Geely Group meraih 3.033 SPK, dan sekitar 70% di antaranya berasal dari Geely EX2. Artinya, konsumen sangat responsif terhadap model EV yang ditawarkan Geely.
GAC Aion juga mencatat hasil gemilang dengan 2.170 SPK. Aion V menjadi model unggulan dengan kontribusi 1.122 unit.
Pencapaian ini mempertegas bahwa segmen EV semakin ramai dan kompetitif, dengan banyak merek saling bersaing menawarkan fitur, teknologi, dan harga terbaik.
Berikut adalah rekap perolehan SPK yang telah diumumkan hingga Agustus 2026:
| No. | Merek | SPK GIIAS 2026 | Model/Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Toyota | 6.175 | Innova Zenix Hybrid, Veloz Hybrid |
| 2 | BYD | >4.000 | BYD M6 |
| 3 | Chery | 3.500 | Chery Q |
| 4 | Wuling | 3.290 | Aira EV: 2.238 unit |
| 5 | Mitsubishi | 3.212 | Xforce Hybrid >1.000 unit |
| 6 | Geely Group | 3.033 | Geely EX2 sekitar 70% |
| 7 | GAC Aion | 2.170 | Aion V: 1.122 unit |
| 8 | Suzuki | 1.336 | — |
| 9 | Isuzu | 1.180 | — |
| 10 | Changan | 1.120 | — |
| 11 | MG Motor | 1.088 | — |
| 12 | Jetour | 1.038 | — |
| 13 | iCar | >1.000 | — |
| 14 | DFSK | 625 | — |
| 15 | Daihatsu | 591 | — |
| 16 | BAIC | 407 | — |
| 17 | GWM | >350 | — |
Data dihimpun dari pengumuman resmi masing-masing merek. Angka dapat berubah seiring pengumuman tambahan.
Daftar di atas belum final. Sejumlah merek besar seperti Honda, Hyundai, BMW, Audi, Mazda, Mercedes-Benz, Nissan, Kia, Jeep, Ford, Jaecoo, Leapmotor, Maxus, MINI, Polytron, Subaru, VinFast, Volkswagen, Volvo, dan Xpeng belum merilis data SPK mereka.
Artinya, peta persaingan masih bisa berubah secara signifikan. Konsumen dan pengamat otomotif tentu menantikan pengumuman dari merek-merek tersebut.
Salah satu narasi terbesar dari GIIAS 2026 adalah dominasi kendaraan elektrifikasi. Beberapa fakta menarik:
Tren ini sejalan dengan komitmen GAIKINDO yang menjadikan GIIAS 2026 sebagai ajang promosi besar-besaran untuk BEV, HEV, PHEV, dan teknologi ramah lingkungan lainnya.
Konsumen Indonesia semakin terbuka pada kendaraan listrik, baik dari sisi harga, performa, maupun ketersediaan infrastruktur.
Tidak hanya soal SPK, GIIAS 2026 juga menjadi bukti bahwa lanskap otomotif Indonesia sedang berubah. Persaingan tak lagi hanya antarmerek Jepang atau Eropa, tetapi kini melibatkan pemain-pemain baru dari China dengan teknologi mumpuni dan harga kompetitif.
Dengan lebih dari 60 merek global yang hadir, GIIAS 2026 menjadi titik penting dalam perjalanan industri otomotif Indonesia menuju era elektrifikasi.
SPK GIIAS 2026 menunjukkan bahwa Toyota masih memimpin, namun merek-merek seperti BYD, Chery, Wuling, Mitsubishi, Geely, dan GAC Aion menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Yang paling menarik adalah peran besar mobil listrik dan hybrid yang kini menjadi tulang punggung penjualan.
Meski data masih dinamis karena banyak merek belum merilis angka, satu hal yang pasti: konsumen Indonesia semakin terbuka pada kendaraan elektrifikasi.
Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan membeli mobil baru, data SPK ini bisa menjadi referensi menarik. Namun, ingatlah bahwa keputusan akhir tetap harus mempertimbangkan kebutuhan, anggaran, biaya perawatan, efisiensi energi, hingga layanan purna jual.